Berita Unik & Aneh 

Berawal dari Secangkir Kopi, Seperti Inilah Kisah Kakek 62 Tahun Menikahi Gadis 18 Tahun

InfoBerita365 – Sebanyak dua pernikahan di Sulsel jadi sorotan dalam dua pekan terakhir.

Pernikahan dini dua bocah di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Awal Nurrahman dan Awalia Mar’a, mengakhiri masa lajang pada usia 14 tahun.

Keduanya melangsungkan pesta pernikahan pada Kamis (13/7/2017).

Awal dan Awalia saling jatuh cinta dan sepakat berpacaran sejak masih berusia 12 tahun, kelas enam sekolah dasar.

Di Gowa, Sulawesi Selatan, Sulaeman Daeng Ngampa (62) menikahi Diana, wanita seusia cucunya, 18 tahun.

Meski sama-sama menikah tanpa paksaan siapapun, alias berdasar cinta, dua pasang pengantin itu beda status.

Pertalian cinta Awal dan Awalia bakal berlanjut di pengadilan.

Dua mempelai belia ini sudah mengajukan permohonan sidang untuk memutuskan status pernikahan mereka.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bulukumba KH Cjamiruddin mengatakan, pernikahan Awal dan Awalia di Kampung Asayya, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, itu ilegal.

“Pernikahan itu tidak sah, kalau kita merujuk UU Pernikahan karena harus cukup umur dan jika tidak cukup umur, maka harus disidangkan terlebih dahulu di Pengadilan Agama (PA) untuk mendapatkan kompenisasi,” kata Cjamiruddin, Minggu (16/7/2017)

Tetapi, menurut mantan Kepala Kementerian Agama Bulukumba itu, jika merujuk pada syariat Islam, maka pernikahan itu sah jika orangtua keduanya menyetujui dan ada wali masing-masing.

Secangkir Kopi

Terpaut 44 tahun bukan alasan bagi Diana mengabadikan suara hatinya kepada Daeng Ngampa.

Sebelum mengikat janji sehidup semati di Dusun Moncongloe, Desa Paccalekang, Kecamatan Pattalasang, akhir pekan lalu, benih cinta sudah tersemai di hati Diana.

Kisah cinta mereka terbilang unik.

Cinta Diana bersemu dari secangkir kopi yang sering dia suguhkan ke pria duda.

“Awalnya karena dia sering buatkan kopi ketika saya datang ke rumahnya. Kebetulan saya sering ke rumahnya buat besi karena bapaknya ini pandai besi,” kata Daeng Ngampa di rumah mertuanya, kemarin.

Benih cinta mulai tumbuh seiring pertemuan selama setahun itu.

Daeng Ngampa mengaku terpesona dengan paras anak gadis Daeng Caco itu.

“Karena cantik. Lama-lama suka. Satu tahun itu saya pendekatan, tidak ada ji pernyataan cinta, hanya pendekatan secara batin,” ujar Deng Ngampa.

Setahun sudah proses pendekatan itu, Daeng Ngampa langsung mengutarakan keinginan meminang Diana kepada orangtuanya.

Diana saat ditanya alasan menerima pinangan Daeng Ngampa pun tak banyak alasan.

“Baik. Dia sangat baik,” kata Diana tersenyum di samping Daeng Ngampa, Dia tersipu malu ketika tangan kekar Daeng Ngampa melingkar di pundaknya.

“Dia (Diana) mau-ji (menikah). Tidak ada unsur paksaan,” kata Daeng Caco.

Setelah setahun ditinggal istri dengan lima anak, Daeng Ngampa tak bermaksud membatasi anaknya dari rahim Diana.

“Kalau bisa 12, tapi Tuhan menentukan,” ujarnya disambut tepuk tangan dan tawa keluarga mempelai wanita.

Namun, bukan di waktu yang dekat ini.

“Tunda dulu,” ujar pria klimis kelahiran 1955 itu.

Daeng Ngampa meminang Diana dengan mahar Rp 35 juta dengan 300 Kg beras.

Buru Status

Akad nikah tidak “menyelesaikan” cinta Awal dan Awalia.

Keduanya bocah ini kini berburu status pernikahan pada Pengadilan Agama Bulukumba.

“Tadi pagi (kemarin pagi) pihak keluarga Awal-Awalia sudah bermohon untuk disidangkan agar mendapat kompenisasi cukup umur karena sudah terlanjur dinikahkan sebelumnya,” kata Kepala Tata Usaha (KTU) Kementerian Agama Bulukumba Muh Yunus, kemarin siang.

Sudah Pacaran

KUA Kindang Bulukumba dan KUA Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebagai daerah asal Awalia menolak menikahkan pasangan tersebut dengan alasan tidak cukup umur dan tidak ada kompenisasi dari Pengadilan Agama baik dari Bantaeng maupun dari Bulukumba.

Orangtua Awal memotong dua ekor kuda dan satu ekor sapi dengan uang panaik Rp 30 juta ditambah beras 400 liter.

Keduanya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Kepala KUA Kecamatan Kindang, Kaimuddin, menegaskan, pernikahan anak usia dini tidak diperkenankan menurut UU Perkawinan.

“Pasal 7 ayat (1) UU Perkawinan menyebut perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun,” katanya.

Orangtua Awal dan Awalia sepakat menikahkan kedua anak mereka karena keduanya sudah sering bertemu serta menyatakan saling mencintai.

Awal dan Awalia sudah dua tahun berpacaran. “Sudah dua tahun pacaran memang dan suka sama suka jadi dikasih menikah, keduanya juga sudah direstui,” kata salah seorang teman pasangan penganting baru tersebut, Kartini.

Berita ini dipersembahkan oleh Pasti Poker – Poker 99 – Poker Online Terpercaya – Judi Online – Situs Judi Online– Ceme Online

Related posts